Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Perlahan: Mari Bangkit! Inilah Motivasi untuk Segera Beranjak dari Keterpurukan

                          

Tersandung, terjatuh, tersungkur, bahkan tenggelam dalam dosa adalah hal yang sangat manusiawi. Meskipun, tak juga menjadi hal yang bisa dilegalkan.

Karena manusia bukanlah malaikat. Watak dasarnya adalah zalim lagi bodoh. Jadi, sangat wajar apabila ada anak Adam yang terjatuh dalam kesalahan.

Karena, memang itulah tabiat yang ditetapkan untuknya oleh Dzat Yang Maha luas hikmahnya.

Di antara sekian hikmah yang Allah beritakan adalah agar hamba tersebut mau berbenah diri, sadar dari kesalahan yang ia perbuat, lalu bertaubat kepada Allah ta'ala dan beristighfar kepada-Nya.

Bukan justru nyaman, berdiam dalam kubangan dosa yang ia terjerembab di dalamnya.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda (yang artinya),

“Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggam tangan-Nya, kalau saja kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menghilangkan generasi kalian.

Lalu, pasti la akan mendatangkan pengganti yang akan berbuat dosa kemudian mereka meminta ampun kepada Allah ta'ala dan Allah pun mengampuni mereka." (HR. Muslim).

Subhanallah, ternyata bukan tanpa alasan Allah menakdirkan manusia selalu berbuat dosa. Ada hikmah besar yang la kehendaki di balik itu semua.

Dalam sebuah hadits qudsi, dibawakan pula oleh Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam meriwayatkan dari Allah tabaaraka wa ta’ala,

Dia berfirman (yang artinya),

"Ada seorang hambaku yang berbuat dosa lalu ia berkata,

“Ya Allah, ampunilah dosaku!”.

Allah pun berfirman, “Hamba-Ku ini berbuat dosa dan dia faham kalau ia punya Rabb yang mampu memaafkan dosa dan kuasa menghukum karena dosa.”

Lalu, ia kembali berbuat dosa dan berkata,

“Ya Allah, ampunilah dosaku!”.

Allah pun berfirman, “Hamba-Ku ini berbuat dosa dan dia faham kalau ia punya Rabb yang mampu memaafkan dosa dan kuasa menghukum karena dosa”.

Lalu, ia kembali berbuat dosa dan berkata, “Ya Allah, ampunilah dosaku!”.

Allah pun berfirman, “Hamba-Ku ini berbuat dosa dan dia faham kalau ia punya Rabb yang mampu memaafkan dosa dan kuasa menghukum karena dosa. Sungguh telah Aku ampuni dosa hambaku ini dan biarkan ia bertindak sekehendak hatinya". (HR. Bukhari Muslim)

Itulah keadaan orang beriman. Hatinya akan selalu merasa gusar saat melakukan kemaksiatan. Batinnya takkan menjumpai kedamaian setelah ia berbuat dosa.

Ketidaktenangan akan selalu membayangi diamnya. Rasa bersalah juga kan hadir menghantui tenangnya.

Percayalah, dengan ketaatan akan kita temukan kenyamanan. Dengan meninggalkan maksiat akan sirna segala keresahan.

Islam menuntunkan ajaran-ajaran yang buahnya ialah kedamaian.

 

Namun, dengan secercah cahaya iman yang tersisa dalam hati, dia ingat akan Dzat yang tak pernah lengah.

Dia akan sadar bahwa Allah mampu membalas saat itu juga atas dosa-dosanya dengan hukuman yang turun dan membuatnya hancur binasa seketika, ia pun takut kepada Allah dan langsung bertaubat kepada-Nya. Menyesali segala apa yang sudah ia perbuat.

Menangisi seluruh kesalahannya dan berharap Dzat Yang Maha Pengampun akan memaafkannya. Karena ia yakin bahwa rabbnya tak pernah ingkai janji.

Dalam hadits qudsi Allah pernah berfirman,

"Hai segenap hamba-Ku, sungguh kalian selalu saja berbuat salah di malam dan siang hari, sedang Aku pasti mengampuni semua dosa. Maka mintalah ampun pada-Ku! Akan Aku berikan maaf-Ku untuk kalian." (HR. Tirmidzi).

Allah pasti akan selalu memberikan solusi dari semua persoalan hamba-hamba-Nya yang beriman.

Dia tidak pernah mendiamkan hamba-Nya lama terkungkum dalam kubangan penyesalan dan titik terendah keterpurukan manakala ia sadar bahwa dirinya tak lagi punya muka dihadapan Rabbul Izzah akibat berbagai dosa yang ia lakukan.

Allah masih membuka untuknya kesempatan bangkit dari jatuhnya dan waktu guna membenahi diri. Taubat dan istighfarlah solusi untuk seorang hamba bangun dari keterpurukannya akibat dosa.

Selagi masih ada kesadaran dan kesempatan untuk bangkit dan berbenah dari perbuatan dosa yang kita lakukan, jangan pernah putus asa dari rahmat Allah! Kasih sayang-Nya amatlah luas.

Dia akan mengampuni dosa kesalahan kita dan selalu menyayangi kita selama kita mau sadar dan menutup dosa kita dengan minta ampun kepada-Nya.

Dalam banyak ayatnya Allah berfirman,

وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Dan Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang " .

Itulah janji Allah! Rahmat-Nya akan selalu tercurah selama dosa seorang mau dia tutup dengan taubat dan istighfar.

Islam juga melarang dari berbagai macam hal yang ujungnya adalah kegundah gulanaan. Memang, Islam sangatlah mulia. Segalanya telah terbimbingkan olehnya.

Akhir pesan, jangan pernah putus asa dari rahmat-Nya. Bangkit dan berbenahlah agar menjadi insan yang lebih bermutu.

Jalanmu masih jauh. Jangan pernah berhenti di tengah jalan. Lanjutkan ekspedisimu dan temukan kebahagiaan sesungguhnya di surga nanti. Nasalullah as salaamah wal Jannah. Sekian.


Di ambang pintu liburan.
Masjid Al-Bayyinah Sidayu, Gresik, Jawa Timur
Kamis, 18 November 2021

 

© Segenap Tim SyababSalafy memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih teruntuk saudara kami dari Ma'had Al-Bayyinah yang telah meluangkan waktu untuk menulis berbaris-baris nasihat yang berharga ini. Harapan besarnya, semoga dapat bermanfaat untuk SyababSalafy secara umum. Jazaakumullahu khairan.

 

8 komentar untuk "Baca Perlahan: Mari Bangkit! Inilah Motivasi untuk Segera Beranjak dari Keterpurukan"

  1. Masya Allah Tabarakallah
    Terima kasih atas postingan ini
    Dan ini sangat memotivasi saya untuk bangkit dari keterpurukan atas dosa dosa saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Semua orang pasti terjatuh dalam dosa, yang terbaik di antara mereka adalah yang mau bertobat dan membenahi dirinya. Mudah-mudahan Allah menerima tobat kita semua ...

      Hapus
  2. Semoga kedepannya website SyababSalafy bisa terus menerus mengirimkan berbagai artikel nasehat bermanfaat seperti ini..
    Aaamiin Allahumma Aaamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Jazaakumullahu khairan atas doa dan dukungannya...

      Hapus
  3. Bismillah. Afwan ada yg bertanya,pembimbing channelnya Ustadz siapa ya ?
    Apakah channel ini sama dengan kutipanSyabab ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kanal ini dikelola oleh beberapa alumni Ma'had Darul Atsar - Temanggung. Dibimbing oleh salah satu guru dan ustadz kami di Ma'had.

      Kami tidak mengelola kanal dengan nama Syabab selain SyababSalafy, SyababAudio, dan SyababBook's.

      Hapus
  4. syababsalafy, saya boleh kasi masukan, bgmn kalau juga membuka semacam kelas untuk latihan menulis? mungkin banyak org tertarik ikut menulis ttp bingung bgmn caranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAllah. Sebenarnya, ini merupakan salah satu ide yang sedang kami pikirkan. Jazaakumullahu khairan atas masukannya. Semoga semangat tetap terjaga, ya ...

      Hapus