Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PERKENALKAN, DIA TIDAK TULI! (Serial 2.0)






SYABABSALAFY.COM - Pada serial ke-1 yang lalu, SyababSalafy telah mengangkat cerita fenomenal dari seorang tokoh yang bernama Abdullah bin Al-Qasim, seorang pria berkebangsaan Mesir. 

Sebuah kisah tentang semangat yang  begitu membara dalam menimba ilmu agama. 

Saat itu, ia rela meninggalkan buah hati yang masih dikandung oleh istrinya tercinta. Masih ingat kan kisahnya?

Nah, pada serial ke-2 ini, SyababSalafy ingin mengisahkan sebuah kejadian yang sangat menakjubkan. 

Tentu, kisah ini dapat menjadi inspirasi agar kita mampu menjalani hidup dengan penuh kepercayaan pada Allah selama kita masih menyimpan niatan baik dalam kalbu. 

Sebelum kita lanjutkan, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu tokoh kita kali ini.

***

Sebut saja Hatim, ia memiliki julukan ‘Si Tuli’. Atau, dalam Bahasa Arab lebih familiar dengan sebutan ‘Hatim Al-Asham’. Ia merupakan salah satu pemuka orang-orang saleh di masa itu.

Julukan ‘Si Tuli’ memang agak terdengar aneh. 

Karena, julukan tersebut berhasil tersemat bukan karena ia benar-benar tuli. Ada sedikit cerita menakjubkan tentang julukan yang disandangnya ini.

*** 

Suatu hari, datanglah seorang wanita kepada Hatim. Ia ingin bertanya beberapa persoalan agama. Pertanyaan demi pertanyaan ia lontarkan dengan seksama.

Hatim pun mendengarkan dengan penuh kekhusyukan.

Namun, alangkah celaka sang wanita tadi. 

Di tengah-tengah pertanyaan yang ia lontarkan pada Hatim, tiba-tiba ‘berhembuslah angin’ dari sang wanita. Ia mengeluarkan angin disertai dengan suara yang membuatnya begitu malu tersipu.

Hatim sebagai alim besarpun menunjukkan sikap hebatnya. 

Ia berusaha menjaga perasaan sang wanita. Ia tidak ingin membuat wanita tadi harus tersipu malu dengan suara ‘hembusan anginnya’ yang tiba-tiba ‘berhembus’ tanpa permisi.

“Apa?! Kamu tadi bilang apa? Coba diulang!” kata Hatim kepada sang wanita sesaat setelah suara ‘hembusan angin’ itu ‘bertiup’. 

Hatim ingin mengesankan dirinya sebagai seorang yang tuli.

Ia kesankan seakan suara ‘hembusan angin’ tadi terdengar olehnya bagai lontaran-lontaran pertanyaan yang tidak begitu jelas dari sang wanita.

Berhasil. Sang wanitapun luntur rasa segan karena kesalahannya tadi.

Ia benar-benar menyangka bahwa Hatim memiliki pendengaran yang lemah.Sehingga, suara ‘hembusan angin’ tadi dikira pertanyaan dari sang wanita.

Selamat. Hatim sang alim pun benar-benar telah menjaga perasaan sang wanita, meskipun ia harus mendapat julukan ‘Si Tuli’ di saat kisah ini menyebar luas di masyarakat.

Luar biasa, Hatim!

***

Nah, apa kisah menakjubkan yang pernah beliau alami semasa hidupnya? Tunggu kelanjutannya hanya di syababsalafy.com!

Seperti biasa, teman-teman boleh memberikan faedah yang dapat diambil sebagai catatan penting. Tulislah di kolom komentar dengan mode anonim, ya!



26 komentar untuk " PERKENALKAN, DIA TIDAK TULI! (Serial 2.0)"

  1. Bagi teman-teman yang sudah bisa membaca kitab, kisah ini bisa Antum baca di Thabaqat al-Auliya' karya Ibnu al-Mulaqqin, hal. 146. Silakan..

    BalasHapus
  2. Baarokallahufikum

    BalasHapus
  3. Maasyaa Alloh Tabaarokalloh... Rohimahulloh...

    BalasHapus
  4. MaasyaaAllah, baarakallahu fiikum ustadz

    BalasHapus
  5. Masya Allah
    Baarakallahu fiikum,...

    BalasHapus
  6. Maa syaa Allah, Baarakallahu fiikum.. izin share min

    BalasHapus
  7. Apabila aib seseorang nampak dihadapan kita, maka kita harus berusaha menutupi aib orang tersebut, karena dengan menjaga aib dan rahasia orang, maka Allah akan menutupi aib kita di dunia dan di akhirat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAllah, tepat sekali. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu sabda Nabi ﷺ.

      ومن ستر مسلما ستره الله في الدنيا والآخرة

      Hapus
  8. Salah satu sikap yg harus dimiliki setiap muslim,senantiasa menjaga perasaan orang lain.. Baarokallahufiikum..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar. Seandainya setiap muslim mampu menjalankan hal ini, betapa harmonisnya ukhuwah kita.

      Hapus
  9. Masya Allah... Akhlak yang mulia dari pendahulu kita...
    Namun, berkebalikan dengan fakta orang sekarang..' angin berhembus' malah diketawain..
    Padahal itu hal yang dilarang..
    Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai hamba yang berusaha mengamalkan ilmunya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar. Ada baiknya kita sampaikan kisah seperti ini supaya jadi keteladanan mulia..

      Hapus
  10. MasyaAllah..smoga kita bisa mncontohnya,mngamalkannya,..ketika ada teman kita dgn atau tdk sengaja nampak darinya sebuah aib/sesuatu yg mmbuatnya malu,sbisa mngkin kita berusaha mnjaga perasaannya..apalagi jk hal tsb terjadi di depan bnyak org..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi sangat menjatuhkan harga dirinya. Islam sangat mulia dan menjaga dari hal-hal buruk tsb.

      Hapus
  11. Yang di gambar, artinya apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang di telegram?
      Kesabaran yang dipikul berat oleh kalbu kita tidak akan sia-sia di sisi Allah.

      Hapus
  12. Afwan..keluar dr pmbhasan.sekrg kuis ilmiahnya kok Uda ga prnah posting lagi yaa..seru looohh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Sesekali insyaAllah akan kami pos. Tidak sering-sering supaya tetap seru dan tidak membosankan.

      Hapus